DISTRIBUTOR PUSAT NASA BANDUNG

Solusi Mengatasi Hama Pada Tanaman Padi-MENGGUNAKAN PUPUK NASA

PUPUK NASA Solusi Mengatasi Hama Pada Tanaman Padi

pestisida padi

obat hama padi

Solusi Mengatasi Hama Pada Tanaman Padi Menggunakan Pupuk Nasa-Dari sekian banyak permasalahan yang sering di hadapi oleh para petani padi, yang menjadi sebab utamanya adalah serangan hama serta penyakit pada tanaman padi. Berikut hama dan penyakit pada tanaman padi serta cara mengendalikanya !

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI

A.Hama Tanaman Padi

1.Padi Thrips (Thrips Oryzae)

Gejala : Daun menggulung dan berwarna kunging kemerahan, ini dapat menyebakan pertumbuhan padi terhambat. Jika ini terjadi pada padi yang sudah dewasa, bisa menyebabkan gabah tidak berisi atau gabug.

Pengendalian : Disemprot menggunakan pestisida cair organik atau BVR NASA 

2.Ulat Grayak (Armyworm)

Gejala : Daun hanya tinggal tulang dan batang karena habis di makan ulat GRAYAK.

Pengendalian : 
  • Upaya penanganan anda bisa membuang semua ulat jika belum terlalu parah.
  • Anda bisa semprotkan matrix 200EC dengan konsestrasi 1-2 ml/liter bergantian dengan promectian 18EC dengan konsentrasi 0,5-1 ml/liter.
3.Hama Putih Palsu 

Gejala : Hama ini biasa memakan jaringan permukaan bawah daun padi, sehingga tampak garis garis memanjang berwarna putih. Kerusakan daun yang biasa terjadi yaitu daun terpontong seprti di gunting. Daun terpotong tersebut di buat menyerupai tabung yang di gunakan larva untuk membungkus dirinya (terbungkus dengan benang benang sutranya )

Pengendalian :  
  • Jangan semprotkan insektisida sebelum tanaman berumur 30 hst atau 40 hari setelah sebar benih. Tanaman padi yang terserang pada fase ini, dapat pulih apabila air dan pupuk di kelola denganbaik. Atau dengan mencegah penggenangan lahan secara terus menerus danmengeringkan sawah selama beberapa hari untuk membunuh larvanya.
  • Upaya pencegahan bisa di lakukan dengan menaburkan ventura 5GR bersamaan pemupukan dasar dengan dosis 5-10 kg/hektar.
  • Pengendalian di anjurkan menyemprotkan matrix 200EC dengan konsentrasi 1-2 m/literbergantian dengan promectin 18EC dengan konsentrasi 0,5-1 ml/liter.
4.Hama Ganjur (Pachydiplosis Oryzae) 

Gejala : Daun padi menggulung seperti daun bawang, akibatnya padi tidak bisa menghasilkan malai.

Pengendalian : 
  • Bersihkan tanaman padidari rumput danpada liar yang dapat menjadi tempat persembunyian atau iang alternatif.
  • Melakukan penanaman padi serempak dengan menggunakan variates yang tahan 
  • Pengendalian di anjurkan menyemprotkan bahan aktif karbosulfan seperti matrix 200EC (2 ml/liter) yang bekrja secara sistematik.

5.Wereng Coklat (Nilaparvata Lugens)

Gejala ; Terdapatnya imago wereng coklat pada tanaman dan menghisap cairan tanaman pada pangkal batang, kemudian tanaman menjadi menguning dan mengering.

Pengendalian : 
  • Bertaman padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti : IR 36, IR 48, IR-64, Cimanuk, progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput rumput liar
  • Melepas musuh alami seperti laba laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan beaveuria bassiana 
  • Menggunakan insektisida sistematik winder 100EC (0,25-0,5 ml/L), Winder 25WP (0,125-0,5 g/l), winGRan 0.5GR ditaburkan merata.
6.Wereng Hijau (Nephotettix Virescnes)

Gejala : Tanaman kerdil, anakan berkurang, daun berubah menjadi kuning sampai kuning oranye.

Pengendalian :
  • Bertaman padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti : IR 36, IR 48, IR-64, Cimanuk, progo dan sebagainya.
  • Hilangkan rumput rumput liar 
  • Melepas musuh alami seperti laba laba, kepinding dan kumbang lebah.
  • Menyemprotkan beaveuria bassiana 
  • Menggunakan insektisida sistematik winder 100EC (0,25-0,5 ml/L), Winder 25WP (0,125-0,5 g/l), winGRan 0.5GR ditaburkan merata.
7.Walang Sangit (Leptocoriza Acuta)

Gejala :  Menyerang buah padi yang masak susu, buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan san bulir pada berbintik bintik hitam.

Pengendalian 
  • Bertaman padi serempak, menggunakan varitas padi tahan wereng seperti : IR 36, IR 48, IR-64, Cimanuk, progo dan sebagainya.
  • Penigkatan kebersihan padi dari rumput liar 
  • Mengumpulkan dan memusnahkan telur hama 
  • Melepas musuh alami seperti jangkrik, laba laba dan kepinding
  • Dianjurkan menyemprotkan beuverria bassiana atau pestisida organik cair pada saat gabah masak susu pada umur 70-80 hari setelah tanam dengan di semprot insektisida Greta 500EC (1-2 ml/L)
8.Kepik Hijau (Nezara Virdula)

Gejala : Hama ini menyerang batang dan buah padi, pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas ispan dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Pengendalian : 
  • Mengumpulkan dan memusnahkan telur telurnya 
  • Penyemprotan Beauveria bassiana atau pestisida organik cair.
9.Penggrek batang padi 
Penggrek batang padi terdiri atas ; Penggrek batang padi putih (Tryporhyza innotata), Kuning (T.incertulas), Bergaris 9Chilo Supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).

Gejala : Menyerang batanmg dan pelepah daun, pucuk tanamn layu, kering berwarna kemerahan  dan mudah dicabut, daun mengerinmg dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda di sebut hama sundep dan pada tanaman bunting (Pengisian biji) disebut "beluk"

Pengendalian
  • menggunakan varitas padi tahan wereng seperti : IR 36, IR 48, IR-64, Cimanuk, progo dan sebagainya.
  • Meningkatkan kebersihan lingkungan padi
  • Menggenagi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati
  • Membakar jerami 
  • Semprotkan beauverria bassiana atau pestisida organik cair
  • Menggunakan insekltisida WinGran 0,5GR (8-12 kg/hektar) dengan di taburkan di campur pupuk saat premupukan pertama/dasar
  • Penyemprotan dengan Matrix 200EC (2 ml/L) dan trisula 450SL (0,5-1,5 ml/L) secara bergantian sejak tanam sampai malai padi keluar semua dengan interval 7-10 hari.
Hama Tikus (Rattus argentiventer)
Gejala : Tikus biasa menyerang batang muda (1-2 bulan ) dan buah. Sehingga menimbulkan adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah.

Pengendalian :
  • Pergiliran tanaman 
  • Tanam serempak 
  • Sanitasi 
  • Gropyokan 
  • Melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu 
  • Penggunaan NAT (Natural Aromatic).
Burung 

Gejala : Bulir padi habis / berkurang ketika menjelang panen, tangkai buah path, biji berserakan.

Pengendalian : Mengusir dengan bunyi bunyian atau orang orangan sawah

B.Penyakit Tanaman Padi

1.Penyakit Bercak daun Coklat 
Penyebab : Jamur Helmintosporium Oryzae.
Gejala : Menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak bercak coklat tetapi tetap berisi, Padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.

Pengendalian : 
  • Merendambenish di air hangat +POC NASA
  • Lakukan pemupukan yang berimbang 
  • Gunakan variates padi tahan penyakit ini
2.Penyakit Blast 

Penyebab : Jamur Pyricularia Oryzae 
Gejala : Biasa menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa 

Pengendalian : 
  • Membakar sisa jerami 
  • Menggenagi sawah 
  • Menanam varitas padi yang unggul seperti sentani, cimandiri IR-48, IR-36
  • Pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir
  • Pemberian Gliocladium virens dan Corynebacterium pada awal tanam.
3.Busuk Pelepah Daun
 
Penyebab : Jamur Rhizoctoria sp
Gejala : Menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.

Pengendalian 
  • Gunakan varietaspada tahan penyakit 
  • Pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan
4.Penyakit Kresek/hawar daun 

Penyebab : Bakteri Xanthomonas campestris pv Oryzae
Gejala : Menyerang daun dan titik tumbuh, terdapat garis garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam hitaman, daun mengering dan mati.

Pengendalian :
  • Menanam virus tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara
  • Menghindari luka menkanis
  • Sanitasi lingkungan 
  • Pengendaliab di awal dengan Natural Glio 
5.Penyakit Kerdil 

Penyebab : Virus di tularkan oleh wereng coklat Nilaparvata Lugens.
Gejala : Menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit., berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku buku pendek, anakan banyak tetapi kecil.

Pengendalian : Pengendalianya sulit di lakukann, namun anda bisa melakukan upaya pencegahan dan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan dengan vector dengan BVR atau PESTONA (Pestisida Organik Cair)

6.Keong Mas (Pomacea canaliculata)

Gejala : Memarut jaringan tanaman dan memakanya, menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman.

Pengendalian :
  • Waktu kritis untuk mengendalikan serangan keong mas adalah pada saat 10 hst atau 21 hari setelah sebar benih (Benih basah)
  • Jika petani petani menanam dengan sistem tanam pindah maka pada 15 hari setelah tanam pindah, perlu di keringkan kemudian di genangi lagi secara bergantian (Flash Flood = Intermitten irigation)
  • Bila petani menanam dengan sistem tabela (tanam benih secara langsung0, selama 21 hari setelah sebar benihj sawah perlu dikeringkan kemudian di genangi secara bergantian.
  • Bila di sawah diketahui terdapat telur berwarna merah muda  dan keong mas dengan berbagai ukuran serta warna, perlu di lakukan pengaturan air, keong mas menyenangi tempat tempat yang di genangi air.
  • Bila di perlukan, aplikasi pestisida berbahan aktif niclos amida dan moluska botani dapat dilakukan di sawah yang tergenang, di caren atau cekung-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.
7.Penyakit Tungro 
Gejala : Memarut jaringan tanaman dan memakanya, menyebabkan adanya bibit yang hilang per tanaman.

Pengendalian : 
  • Waktu kritis untuk mengendalikan serangan keong mas adalah pada saat 10 hst atau 21 hari setelah sabar benih (Benih basah)
  • Jika petani petani menanam dengan sistem tanam pindah maka pada 15 hari setelah tanam pindah, perlu di keringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian (Flash Flood = Intermitten irrigation)
  • Bila petani menanam dengan sistem tabela (tanam benih secara langsung0, selama 21 hari setelah sebar benihj sawah perlu dikeringkan kemudian di genangi secara bergantian.
  • Bila di sawah diketahui terdapat telur berwarna merah muda  dan keong mas dengan berbagai ukuran serta warna, perlu di lakukan pengaturan air, keong mas menyenangi tempat tempat yang di genangi air.
  • Bila di perlukan, aplikasi pestisida berbahan aktif niclos amida dan moluska botani dapat dilakukan di sawah yang tergenang, di caren atau cekung-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.

INFO PEMESANAN HUBUNGI KAMI 

Admin 1 : 0822-2000-5350


Admin 2 : 0878-7880-6969

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Solusi Mengatasi Hama Pada Tanaman Padi-MENGGUNAKAN PUPUK NASA"

Posting Komentar