DISTRIBUTOR PUSAT NASA BANDUNG

PENYAKIT VIRUS KUNING DAN CARA PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN CABAI

PENYAKIT VIRUS KUNING DAN CARA PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN CABAI


Penyakit bulai atau yang sering disebut dengan Gemini virus adalah virus kuning yang dapat menyerang tanaman cabai dengan cara ditularkan. Karena pada virus kuning tersebut tidak dapat menular dengan cara gesekan daun ataupun udara, tidak memiliki Gen jantan atau betina, tidak memiliki klorofil.

Maka setelah diketahui bahwa virus tersebut masuk dalam RNA/DNA atau yang sering disebut dengan kromosom yang penularannya melalui hama kutu kebul. Dengan penjelasan kutu kebul tersebut menghisap tanaman cabai yang masih sehat dan kemudian mengeluarkan lendir yang masih mengidap virus kuning.Kemudian virus tersebut menyebar di dalam tubuh tanaman yang bersamaan dengan cairan yang ada di dalam tubuh tanaman tersebut. Jadi virus tersebut yang berbentuk Gen yang dapat merusak jaringan pada tanaman yang berupa kromosom atau RNA/DNA, jadi virus
kuning tersebut yang berupa asam amino. Sehingga tanaman tersebut dikuasai oleh Gen virus kuning.

Virus kuning tersebut dapat berkembang dalam waktu yang cukup lama  yaitu sekitar 40-60 hari setelah tanaman di tusuk atau di tulari oleh kutu kebul. Dalam proses perkembangan virus tersebut pada tanaman yang memakan waktu cukup lama tersebut dapat langsung dapat berkembang jika tanaman kurang sehat. Maka telah dikertahui jika tanaman sehat maka virus kuning tersebut juga dapat terhambat perkembangannya.

Cara pengendaliannya :

- Penyemprotan Pestisida Nasa yang berupa Pestona + Pentana + Aero-810 secara rutin, baik dari mulai tanam belum terserang. lakukan penyemprotan di sore hari.

- Jika tanaman sudah terserang virus kuning maka satu-satunya cara yaitu dilakukan dengan dicabut dandi bakar atau  dibuang pada tempat yang jauh dari pemukiman tanaman cabai.

Cara pencegahan :

1. Semaian bebas virus kuning yaitu dengan cara :

- Pada saat persemaian dilakukan dengan cara ditanam pada polibag satu persatu benih di tanam pada tiap polibag tidak dilakukan dengan cara disebar pada lahan persemaian.

- Pemberian rumah sungkup dengan menggunakan kain kasar agar kutu kebul yang berfungsi sebagi vector tidak dapat masuk dalam persemaian.

-  Persemaian dilakukan dibelakang / tritisan rumah yang jauh dari tanaman cabai karena disekitar rumah tersebut tidak ada  kutu kebul sebagi vektor.

2. Sanitasi lingkungan dilakukan sebersih dan serapi mungkin terutama pada reumputan yang bisa digunakan sebagai pengganti inang virus kuning tersebut

3. Penganturan jarak tanam dengan serapi mungkin dan tidak terlalu rapat, karena kutu kebul juga takut terhadap pemangsanya di tempat yang agak terbuka. Maka jarak tanam dapat diperlebar agar tajuk tanaman tersebut tidak bertumpuk-tumpuk

4. Olahan tanah yang bagus yaitu dengan menyeimbangkan antara unsur makro dan mikro yang diperlukan tanaman. Atau dengan penggunaan Pupuk organik nasa  seperti Supernasa + Poc nasa + hormonik dengan pupuk  kimia yang biasa dipakai yang sudah dikurangi 30%-50%

5. Meningkatkan setamina tanaman karena tanaman cabai tersebut juga melakukan perlawanan dengan virus tersebut

6. Irigasi yang baik

INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350




penyebab virus kuning cabai dan cara pencegahannya, pestisida organik nasa, pupuk organik nasa, virus kuning pada tanaman cabai, 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENYAKIT VIRUS KUNING DAN CARA PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN CABAI"

Posting Komentar