DISTRIBUTOR PUSAT NASA BANDUNG

Cara Budidaya Seledri Untuk Pemula

Cara Budidaya Seledri Bagi Pemula

FATMATUS SYAROFAH
WA 0822 2000 5350



SEDIKIT GAMBARAN TENTANG SELEDRI

Daun seledri mungkin banyak kita jumpai di pasar sebagai tanaman sayuran untuk campuran sop, bakso, mie juga ada yang mengolahnya untuk dijadikan obat ataupun perawatan kecantikan, seledri ( Apium Graveolens L. Dulce) adalah tanaman sayuran dari famili Umbelliferae yang berasal dari mediterania sekitar laut tengah

dan saat ini saya akan memaprkan sedikit tentang cara budidaya seledri yang baik. Semoga bermanfaar bagi pembaca

Syarat Tumbuh Tanaman Seledri

Untuk dapat tumbuh dengan baik, seledri harus ditanam di daerah subtropis dengan ketinggian 1.000-1.200 m dpl, suhu udara 15 Derajat Celcius -24 derajat Celcius. Kelembaban berkisar antara 60-100 mm/bulan, dan lahan harus mendapat penyinaran matahari yang cukup. Lahan yang ideal untuk tanaman seledri adalah tanah yang gembur, subur,  mengandung bahan organik, serta tata udara adan air yang baik. Tanah yang paling baik untuk budidaya seledri adalah tanah jenis humus , dengan top soil setebal 20 cm, karena mengandung unsur unsur yang mendukung pertumbuhan tanaman seledri, seperti : pH tanah antara 5,5-6,5, mengandung cukup natrium, dan kalsium. Karena jika kekurangan unsur tersebut, maka pertumbuhan tanaman seledri akan kerdil kuncupp dan pucuk mengering, dan batang serta tangkai daun retak retak.

Namun agan agan jangan patah semangat dulu. Berdasarkan pengalaman salah satu konsumen saya, pada daerah yang memiliki ketinggian 500 mdpl dengan suhu udara rata rata 28 derajat celcius sampai 30 derajat selcius. Curah hujan standar, maka digunakan penutup sederhana dari daun kelapa sebagai perendam sengatan matahari. dan untuk dataran rendah menanam variates amigo cap panah merah sangat cocok

Pembibitan

Perkembangan seledri dapat dilakukan secara generatif lewat bijinya maupun vegetatif yakni dengan anakanya. Namun, memperbanyak seledri dengan menggunakan biji lebih sering dilakukan untuk tujuan komersial. Biji yang akan dijadikan benih tersebut berasal dari variates unggul yang memiliki kemampuan atau daya berkecambah > 90% proses pembenihan diawali dengan :
  • Merendam benih ke dalam air larutan GLIO sehangat kuku selama 15 menit. Benih selanjutnya disemai dibedengan yabng berukuran lebar 100-120 cm, tinggi 20-30 cm dan panjangh sesuai kondisi lahan 
  • Cara membuat bedengan dengan mengolah tanah sedalam 20 cm dan mencampur tanah yang diolah tersebut dengan bokhasi sebanyak 2 kg/m2. Buat larikan sedalam 0,5 cm dengan kayu atau tripleks dengan cara di siwir siwir di dalam alur/larikan dengan jarak antar larikan 15-20 cm. Benih yang sudah desemai di tanah. Cukup di sprai sampai seluruh permukaanya lembab. Setelah di spray media semai lalu di tutp dengan anyaman daun kelapa.
  • Setelah 3 hari terlihat berkecambah penutup anyaman daun kelapa tadi di naikkan setinggi 100-129 cm sebagai atap.
  • Pemupukan media semai dilakukan pada hari ke 25. Dengan melarutkan 1 sendok urea ke dalam 14 liter air, diamkan semalaman untuk mengeluarkan uap dari urea, selanjutnya saat akan aplikasi campur POC Nasa sebanyak 4 tutup botol dan HORMONIK Sebanyak 1 tutup botol dan BVR sebanyak 2 sendok teh. Spray kabut  di pagi hari sebelum pukul 08.00. Untuk memacu pertumbuhan dan mencegah dari serangga kutui dan tungau. Setelah benihh berumur 30-45 hari atau telah memiliki 4-5 helai daun, perkiraan tinggi daun sudah mencapai 20 cm pindahkan bibit tersebut ke media tanam.

PENGOLAHAN LAHAN

Pengolahan lahan dilakukan dengan mencangkul lahan sedalam 30-40 cm dan membiarkanya selama 15 hari. Campur tanah olahan dengan kapur kalsit atau dolomit dosisnya sebanyak 100 kg dan 200 kg kapur untuk setiap 1000 m. Selain untuk menjaga PH tanah jugha diambil unsur Mg nya.

Di atas tanah yang telah diolah tersebut kemudian di buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan panjang sesuai dengan kondisi lahan, sementara jarak antar bedengan antara 50-60 cm. Campurkan pupuk kandang dengan tanah bedengan sebanyak 3-4 kg per m2. Campur rata diamkan selama 5-7 hari. 

PENANAMAN 

Gemburkan lahan bedengan terlebih dahulu, lalu buat larikan sedalam 5 cm dengan jarak antar larikan 20 cm. Buatkan  atap dari anyaman daun klelapa setinggi 120 cm dari bedengan 
  • Bibit Seledri yangv telah memiliki 4-5 helai daun yang ada di lahan persemaian dicabut bersama akarenya dengan hati hati. Bersihkan tanah yang menempel pada akar dengan cara dicekupkan ke dalam air dan di goyang goyang secara perlahan sehingga bersih dari tanah. Jika masih ada bibit yang belum memiliki 4-5 helai daun, tinggalkan di ladang persemaian untuk digunakan sebagai tanamkan sulam
  • Tanamkan bibit 1 rumpun sebanyak 3-4 bibit dengan cara dilepaskan, dan padatkan tanah disekitar batang, sebelum di tanam, rendamlah terlebih dahulu akar bibit selama 15 menit ke dalam larutan GLIO.  1 larikan jika lebar bedengan 100 cm bisa ditanam 8-9 rumpun.
  • Setelah bibit ditanam, siramlah bedengan dengan air bersih hingga lembab 
PEMUPUKAN 

Seledri membutuhkan pupuk kompleks antara MAKRO NPK 15 atau 16 dan MIKRO< untuk aplikasi saya sendiri pupuk yang saya gunakan NPK 15 (PHONSKA) berhubung hanya pupuk jenis itu saja yang tersedia si toko toko pertanian terdekat, untuk pupuk mikro yang saya gunakan yaitu pupuk nasa ,selain untuk ZPT pupuk nasa nuga mengandung tambahan unsur penting lainya yang sangat di butuhkan tanaman


Aplikasi pemupukan dilakukan dengan cara membuat larutan induk atau NPK cair yaitu 1 kgNPK dilarutkan dengan 10liter air tutup rapat. Kemudian ambil 1 liter air larutan tadi canpurkan dengan 50-60 liter air tambahkan zpt Supernasa sebanyak 2,5-3 sendok makan Glio sebanyak 2 sendok makan. Siram ke bedengan di tengah tengah setiap larikan sebanyak 1 liter. Pemupukan dilakukan sejak usia tanam mencapai 21 hari . Disusul setiap dua minggu sekali aplikasi pengecoran pupuk hingga panen. Lakukan penyemprotan Poc Nasa dan Hormonik / tangki + 2 sendok teh BVR untuk pencegahan OPT seperti kutu, tunga, ulat tanah, ulat jengkal, semprot kabut 10 hari sekali hingga panen.

PEMELIHARAAN

Selama masa pemeliharaan, lakukan penyulaman saat tanaman berumur 7-15 hari. Ganti bibit yang mati dan ganti dengan bibit tanaman yang baru. Untuk penyiangan . dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan pemupukan.

Selama proses peemeliharaan tanaman. Pengairan atau penyiraman di lakukan bersamaaan dengan penggemburan dan pemupukan

Selama proses pemeliharaan tanaman, pengairan atau peyiraman dilakukan 1-2 kali sehari sampai panen. Saat pengecoran pupukdi pagi hri penyiraman dilakukan secukupnya, selanjutnya sore hari di lakukan sebagaimana biasanya. Penyiraman diaplikasikan langsung ke pangkal tanaman menggunakan selang air agar hemat tenaga. Apliksi fungisidascoredilakukan 2 minggu sekali sampai masa panen.

PENGENDALIAN ORGANISME PERUSAK TANAMAN (OPT) HAMA

OPT yang menyerang tanaman seledri antara lain, kutu, tungau, ulat tanah, ulat pengorok daun, Belalang, Walang Sangit, Bercak Daun, Penyakit Fusarium, Penyakit Hawar Serkospora, dan busuk akar. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Untuk busuk akar dan layu fusarium  menggunakan GLIO yang diaplikasikan bersamaan dengan pengecoran pupuk untuk bercak daun, hawar serkospora gunakan CORRIN untuk Kutu, Tungau, Ulat Tanah, Ulat Pengorok Daun, Belalang, Walang Sangit Gunakan BVR yang disemprotkan bersamaan dengan POC NASA dan HORMONIK apabila serangan hama membludak ditandai dengan terlihat daun dan pelepah daun terkoyak gunakan  PESTONA atau PENTANA





Tanaman Seledri yang ditanam dari persemaian biasanya di panen pada umur 110-120 hari. Untuk tanaman seledri sistem cabut akar, biasaya dipanen ketika sebagian besar tanaman dianggap telah mencapai fase layak jual, tetapi ukuran yang agak beragam tidak dapat dihindari. Penundaan panen dapat menyebabkan sebagai tanaman menjadi bergabus, sedangkan panen yang terlalu dini berakibat sedikitnya tangkai daun yang berukuran besar, panen dilakukan dengan cara di cabut.

Untuk seledri yang panenya sistem petik pelepah matang akan lebih ekonomis dan produktif bagi petani. Untuk seledri sestem petik daun ini. Tanamn akan produktif selama 16-18 bulan sejak semai.

Untuk seledri sistem petik ini pemetikan dilakukan seminggu sekali, dalam serumpun tanaman seledri bisa menghasilkan 2-3 pelepah daun perminggu. Pemeliharaan pasca panen dilakukan untuk seledri jenis ini. Yaitu setiap habis pemetikan lakukan pemupukan susulan setiap minggu dengan urea 1 sendok makan pres/ 10 liter air di eram semalaman, paginya aplikasi dengan ditambah 1 sendok teh GLIO. Penyiraman sama 1 liter diantara larikan 1 dan lainya. Selanjutnya penyemprotan Poc Nasa 4 tutup + Hormonik 1 tutup + BVR 1 sendok teh + 1 tutp score/tangki. Lakukan setiap sehaabis pemetikan. Terus menerus sampai panen selanjutnya

Demikian informasi yang bisa saya bagikan semoga bermanfaat ...


UNTUK KONSULTASI, BERMINAT MENJADI DISTRIBUTOR RESMI PUPUK NASA ATAU INFO PEMESANAN PRODUK 
SEGERA HUBUNGI 





INFO LEBIH LANJUT
SILAHKAN HUBUNGI
NAMA : SITI FATMATUS SYAROFAH
KODE STOKIS: D.1737
TELEPONE\WA: 0822-2000-5350

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Budidaya Seledri Untuk Pemula "

Posting Komentar